Tulisan ini bukan review film klasik tahun 1957 “An Affair To Remember” yang dibintangi Cary Grant tapi merupakan review CicipSutra yang diorganisir oleh JalanSutra dan bertemakan Fusion Brunch yang diadakan di The Affair pada hari Minggu, 23 April 2006. Saya sengaja menggunakan judul ini karena CicipSutra kali ini meninggalkan kesan mendalam sehingga tak terlupakan seperti affair antara Cary Grant dan Deborah Kerr dalam film tersebut.
Yang menjadi host brunch adalah Chef dan Owner “The Affair”, Chef Trevor Bilney, yang berasal dari Australia ini telah berpengalaman 20-an tahun dalam dunia culinary dan telah melanglang buana termasuk menjadi Executive Chef di Hotel Inter-continental Bali. Pasti banyak yang tanya, kenapa seorang Executive Chef sampai terdampar di restoran kecil seperti di The Affair? Chef Trevor mengatakan ia pada dasarnya tidak senang mengelola restoran besar seperti di hotel, menurut pengakuan jujurnya dahulu ia melakukannya hanya sekedar untuk mendapatkan penghasilan. Sekarang setelah mendapatkan penghasilan dan pengalaman yang cukup, dia lebih senang mengelola restoran kecil yang hanya berkapasitas 30 orang yang menunya dapat berubah setiap hari karena ia bebas melakukan eksplorasi ide-ide kreatifnya.
Dalam introduksinya, Chef Trevor mendefinisikan fusion cooking sebagai masakan yang menggabungkan berbagai aliran maupun menggabungkan bumbu yang tidak umum dipakai pada hidangan tradisional. Dia mengatakan bahwa masakan Italia yang sekarang dikategorikan tradisional sebenarnya pada jamannya juga merupakan masakan fusion karena antara lain memasukkan Mediterranean cooking method dan unsur tomat yang sebelumnya tidak dikenal pada masakan Itali karena sebenarnya tomat berasal dari Amerika Selatan dan baru dibawa ke daratan Eropa oleh para biarawan Spanyol. Chef Trevor mengkategorikan masakannya lebih sebagai “Gentle Fusion” bukan fusion yang nyeleneh yang menyerang secara frontal cita rasa yang umum yang malah dapat mengakibatkan “con-fusion”.Aliran fusion ini pada dasarnya mengajak kita untuk berselingkuh dengan mencari pengganti ingredients tradisional dengan bumbu yang rasanya hampir-hampir mirip. Dia mencontohkan misalnya ikan yang secara tradisional biasanya dipadukan dengan lemon, ternyata enak juga dipadu dengan lemongrass (sereh) ataupun dipadu dengan daun jeruk yang juga memiliki aroma dan rasa asam.
Untuk first course dalam CicipSutra ini, Chef Trevor mengajak peserta secara hands-on menerapkan konsep fusion. Peserta masing-masing diajak menciptakan sendiri food parcel. Sebagai bahan dasar adalah filet ikan kakaktua, dengan perpaduan bumbu yang dapat dipilih peserta sesuai dengan keinginannya. Untuk rasa asamnya disediakan irisan lemon, buah asam (tamarind) maupun nanas. Untuk spicesnya ada garlic, bawang goreng, cengkeh, star anise, pala bahkan cabe iris kering. Untuk rasa manis disediakan peach infused wine. Untuk gurihnya disiapkan sea salt, chicken powder (kaldu ayam bubuk), fish sauce maupun kikkoman soy sauce. Herbs kering yang merupakan campuran daun jeruk, daun bawang dll juga ada. Tersedia pula Italian brown rice. Sebagian besar peserta (termasuk saya) kayaknya kebingungan bahkan ketakutan dengan choices yang overwhelming ini dan yang keliatannya yakin dengan pilihannya cuman Chef Ragil dari Dixie/Mahi-mahi. Namun dengan semangat coba-coba akhirnya semua menyelesaikan parcelnya. Seluruh parcel peserta dimasukkan dalam oven dan setelah dipanggang + 12 menit tibalah moment of truth. Masing-masing peserta membuka parcelnya, sehingga bau harum menyebar kemana-mana. Ternyata semua peserta puas dengan kreasinya, bahkan ada yang merasa yakin bisa membuka restoran sendiri setelah CicipSutra ini! Tapi ternyata peserta tidak boleh berbangga dulu sebab Chef Trevor mengaku bahwa dalam eksperimen ini memang ia telah mendesain bahwa bumbu-bumbu yang disediakan dijamin menghasilkan rasa yang pasti enak dan tinggal selera dari masing-masing peserta
Untuk second course, Chef Trevor menyediakan kurang lebih 14 macam hidangan yang disajikan secara buffet style. Ada salad buncis yang dipadu dengan telur ikan. Ada Arancini (risotto balls) yaitu bola-bola nasi Itali yang ditengahnya terdapat mozzarella namun digoreng dengan Japanese bread crumb. Ada chicken wings goreng yang sebelumnya telah dimarinade dengan soy sauce dan miso. Ada bruschetta dengan potongan cherry tomatoes dan tobiko. Ada Dolma, makanan Yunani berupa daun anggur yang biasanya membungkus nasi atau daging tapi kali ini diisi Japanese Rice. Ada falafel, perkedel Timur tengah yang biasanya terbuat dari Chickpeas tapi versi Chef Trevor terbuat dari singkong. Ada telur puyuh yang dipindang dengan teh. Ada Lamb Kebab dengan tusukan yang terbuat dari batang sereh. Semua hidangan ini walaupun tidak semuanya bisa dikategorikan sukses, tapi berusaha mencerminkan konsep fusion yang diterapkan Chef Trevor. Tak lupa dimeja-meja peserta telah disediakan Chili Jam (baca : sambal) yang menurut Chef Trevor enak buat cocolan semua hidangan yang disajikan. Dan ternyata memang benar..Ultimate fusion dengan menambahkan unsur sambal! Eh..boleh ngga ya minta resep chili jam ini?
Sebagai hidangan penutup, Chef Trevor menghidangkan dessert yang agak tradisional yaitu hot apple tart dengan zabaglione walaupun adonan tartnya terbuat dari adonan kulit pizza. Nikmat!
Jadi inti dari CicipSutra bertemakan Fusion cooking ini adalah jangan takut untuk melakukan Affair, cobalah berselingkuh (dengan bumbu) dan teruskan kalau memang enak! Hehe...
Foto-foto dapat dilihat dialbum foto!
Salam nikmat!